Daftar baca

Showing posts with label Sejarah islam. Show all posts
Showing posts with label Sejarah islam. Show all posts

Tuesday, May 16

Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia



assalamu'alaikum.wr.wb sobat muslim yang di muliakan Allah

indonesia adalah negara yang demokrasi dan memiliki jumblah penduduk sekitar 257.9 juta jiwa pada tahun 2017 ini, mayoritas penduduk indonesia menganut agama Islam. sekitar 85% jumblah penduduk yang beragama islam di indonesia, subbhanalah jumblah yang fantastik ya sobat.

Awalnya agama islam jelas di sebarkan oleh Nabi Muhammad SAW, seiring berkembangnya zaman agama islam sudah menyebar keseluruh penjuru dunia, berkat jerih payah Rosullullah membawa perubahan dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh keberkahan ini.

Di indonesia sendiri masuknya agama islam memiliki sejarahnya sendiri, berikut adalh sejrah masuknya agama islam ke indinesia

Islam merupakan agama yang membawa kedamaian sehingga mudah diterima secara baik oleh masyarakat seluruh dunia, salah satunya adalah Indonesia. Pada saat agama Islam masuk, Indonesia telah memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme, kemudian Islam meluruskan kepercayaan tersebut. Agama Islam berkembang sangat pesat di Indonesia sampai saat ini, dan hingga sekarang Indonesia menjadi negara pemeluk Islam terbesar di dunia. Ada beberapa cara penyebaran agama Islam yang berlangsung di Indonesia diantaranya yaitu, melalui perdagangan, hubungan sosial, serta melalui pendidikan dan pengajaran.

A. Melalui Perdagangan



Sejak dulu bangsa Arab merupakan bangsa yang sudah melakukan perjalanan jauh untuk berdagang dengan tujuan utama yaitu Negeri Cina. Selain pedagang dari Arab juga banyak pedagang dari Gujarat yang melakukan perjalanan dengan tujuan yang sama. Kegiatan perdagangan yang dilakukan para pedagang dari Arab dan Gujurat berlangsung pada abad VIII menuju Cina melewati wilayah Indonesia. Daerah tersebut diantaranya yaitu disekitar Selat Malaka, disana mereka singgah dahullu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Cina. Selain singgah, mereka juga melakukan perdagangan kepada penduduk sekitar sekaligus mengumpulkan perbekalan untuk melanjutkan perjalanan.

Kegiatan ekonomi yang berlangsung pada saat itu menjadi salah satu cara dalam penyebaran agama Islam di Indonesia yaitu melalui perdagangan. Mereka semua berbaur dari berbagai bangsa yang berbeda untuk melakukan perdagangan.

Sistem perdagangan yang dipakai para saudagar Arab dan Gujarat merupakan sistem pedagangan yang dilakukan Rasulullah SAW, yaitu sistem Ekonomi Islam. Sistem ekonomi Islam mengutamakan kejujuran sehingga masyarakat yang berhubungan langsung dengan para saudagar Arab dan Gujarat merasa kagum dengan sistem ekonomi Islam. Hal ini menjadi daya tarik bagi penduduk asli untuk memeluk agama Islam, karena konsep ajarannya membawa kepada jalan yang benar.

B. Melalui hubungan Sosial



Pada awalnya para saudagar dari Arab dan Gujarat hanya melakukan persinggahan di sekitar selat Malaka. Namun, melihat keramahan para penduduk asli dan sambutan yang hangat maka banyak dari mereka memutuskan untuk menetap.

Keadaan ini membuat hubungan sosial antara para saudagar dan penduduk asli terjalin ikatan yang kuat. Kemudian banyak pula dari para saudagar yang menikahi penduduk asli sekaligus mengIslamkannya.

Perkawinan menjadi sebuah cara menyebarkan agama Islam. Dengan perkawinan mereka membangun keluarga yang kuat dan kokoh dibawah ajaran agama Islam. Para keluarga ini kemudian mengajarkan tentang Islam kepada keturunannya kemudian para keturunan tersebut menyebarkan agama Islam di Indonesia.

Selain melalui perkawinan, hubungan sosial lainnya juga berperan dalam proses penyebaran agama Islam. Seperti kegiatan perdagangan yang dilakukan dengan jujur dengan penduduk asli. Hal ini membuat penduduk asli pertarik dengan sikap dan perilaku para saudagar, kemudian penduduk asli menyatakan diri ingin memeluk agama Islam sekaligus mempelajarinnya.

C. Pendidikan dan pengajaran



Penduduk asli Indonesia sebelum datang ajaran Islam mayoritas masyarakatnya memeluk kepercayaan animisme dan dinamisme, yaitu kepercayaan kepada arwah nenek moyang dan benda-benda keramat yang mempunyai kekuatan.

Sehingga banyak sekalu upacara-upacara yang dilakukan bertujuan unutk menyembah arwah nenek moyang dan benda-benda keramat tersebut. Dengan datangnya agama Islam hal-hal tersebut disisipkan dakwah tentang ajaran Islam. Biasanya ajaran yang disisipkan menerangkan bahwa tuhan yang sepantasnya disembah hanyalah Allah SWT.

Dengan begitu proses pendidikan dan pengajaran tidak terasa sedangkan berlangsung kepada masyarakat. Lama-kelamaan masyarakat mengetahui tentang kebenaran ajaran agama Islam, kemudian mereka mulai memeluk agama Islam. Oleh karena itu, upacara-upacara yang biasa dilakukan tidak hilang dan tetap dilaksanakan tetapi bernuansa Islami.

Selain dengan cara itu, metode pendidikan dan pengajaran juga dilakukan kepada masyarakat secara langsung. Baik melalui dakwa secara jelas, pengajian, diskusi, pondok pesantren, maupun melalui madrasah-madrasah. Mengenai dakwah langsung, Islam memang mengajarkan agar proses pembelajaran berjalan. Allah SWT berfirman dalam Q.S. An-Nahl [16] : 125

Artinya :“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik...” (Q.S. An-Nahl [16] : 125)

Pada ayat diatas jelas bahwa agama Islam dalam penyebarannya tidak menggunakan kekerasan tetapi dengan hikmah. Maksudnya adalah [erlataan tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak (benar) dan yang batil (buruk). Apabila cara ini dibantah maka debatlah dengan cara yang baik pula.

Pendidikan dan pengajaran juga dilakukan kepada para penguasa pribumi, yang pada waktu itu berbentuk kerajaan. Mengapa para raja pribumi tertarik mempelajari Islam? Jawabannya karena para saudagar Islam menerapkan sistem ekonomi Islam, dengan cara berdagan yang jujur maka para saudagar cepat maju dengan konsep Islamnya. Oleh sebab itu, para raja mulai tertarik dan mempelajari sistem ekonomi Islam.

Setelah mengetahui kebaikan dan kebenaran dari sistem ekonomi Islam, maka para raja pun mulai mempelajari ajaran-ajaran Islam lainnya termasuk sistem pemerintahan. Karena ajaran Islam merupakan ajaran yang mengutamakan kebenaran dan keadilan, maka para raja pun mulai tertarik dan memeluk agama Islam. Dengan demikian maka sistem pemerintahan pun berubah dengan mengikuti sistem yang Islami dan kerajaan tersebut mulaik menyebarkan agama Islam ke rakyat dan kerajaan lainnya. Sehingga penyebaran agama Islam di Indonesia terjadi sangat cepat.

Proses penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan bukan hanya oleh para saudagar atau pedagan saja, tetapi juga oleh para ulama dan guru agama. Mereka datang ke Indonesia dan ikut menyebarkan agama Islam di Indonesia. Ulama atau guru yang sangat terkenal menyebarkan agama Islam khususnya di pulau jawa adalah WALI SANGA atau SEMBILAN WALI. Diantaranya:

a. Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
b. Raden Rahmat (Sunan Ampel)
c. Raden Maulana Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang)
d. Raden Kosim Syarifuddin (Sunan Drajat)
e. Raden Ainul Yakin (Sunan Giri)
f. Raden Mas Syahid (Sunan Kalijaga)
g. Raden Said / R. Prawoto (Sunan Muria)
h. Raden Ja’far Sadiq (Sunan Kudus)
i. Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)

Kesembilan ulama diatas berhasil menyebarkan agama Islam di Indonesia dengan jalan damai. Artinya mereka tidak menggunakan kekerasan atau paksaan dalam menyebarkan agama Islam.

Bahkan para wali banyak menggunakan budaya dan kesenian yang ada di Indonesia dalam menyebarkan agama Islam. Sehingga ajaran yang disampaikan mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh penduduk asli. Islam berkembang dengan cepat karena isi ajarannnya mengajak manusia kejalan yang benar dan melarang manusia melakukan perbuatan buruk. Juga memberitahukan bahwa Tuhan yang patut disembah hanyalah Allah SWT., dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Selain itu, didalam agama Islam tidak dikenal stratifikasi sosial atau tingkatan sosial.

Syarat untuk masuk agama Islam sangat mudah dan murah, hanya dengan mengucap dua kalimat syahadat seseorang sudah diakui sebagian keIslamannya.Selain dari ketiga cara diatas yaitu melalui proses perdagangan, interaksi sosial, serta pendidikan dan pengajaran, ada cara lain sehingga Islam dapat masuk dan tersebar di Indonesia, yaitu melalui kerajaan-kerajaan Islam.

Jika sebuah kerajaan telah menerapkan sistem pemerintahan secara Islami maka rakyatnya pun akan mengikuti sistem tersebut. Apalagi jika raja dan para pembesar kerajaan telah memeluk agama Islam. Oleh sebab itu, proses penyebaran agama Islam melalui kerajaan begitu cepat dan sukses.

Demikian sekilas proses penyebaran Islam di Indonesia. Selain melalui proses perdagangan, Islam juga tersebar dengan cara hubungan sosial dan melalui pendidikan pengajaran, serta adat budaya yang diselingi oleh ajaran-ajaran Islam. Penyebaran tersebut tidak terlepas dari orang-orang yang disebut sebagai Wali Sanga (sembilan wali) yang sangat berperan dalam menyebarkan agama Islam.

Penyebara agama islam yang sanagat baik di negri ini. Semoga kita selalu dalam limpahan rahmat Allah SWT, dan semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi sahabat muslim semua, Amin.

Assalamu'alaikum.wr.wb

Monday, April 24

Pengertian Islam Menurut Bahasa dan Istilah Dalam Al-Quran



Assalamu'alaikum.wr.wb sahabat muslim dan muslimah yang di berkahi Allah.

Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir zaman.

Pengertian Islam secara harfiyah artinya damai, selamat, tunduk, dan bersih. Kata Islam terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L (lam), M (mim) yang bermakna dasar “selamat” (Salama)

Pengertian Islam Menurut Bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.

Ditinjau dari segi bahasanya yang dikaitkan dengan asal katanya, Islam memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah:

1. Berasal dari ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti damai

.

Dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman (QS. 8 : 61) yang artinya:

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman : (QS. 49 : 9) yang artinya

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Sebagai salah satu bukti bahwa Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian. Islam baru memperbolehkan kaum muslimin berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya.

tetapi di zaman sekarang ini sangat banyak manusia-manusia yang berperang tanpa sebab yang jelas dengan mengatas namakan islam, nauzubilah sekali. padahal islam hanya mengajarkan perdamaian dan toleransi yang tinggi kepada setiap mukmin.

Dalam al-qur'an allah berfirman yang artinya

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.”

2. Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti menyerah.



Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT. Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya. Menunjukkan makna penyerahan ini. jadi makna dari arti menyerah adalah mengajarkan keikhlasan yang harus di milki setiap mukmin.

Allah berfirman dalam al-Qur’an: (QS. 4 : 125) “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”

Sebagai seorang muslim, sesungguhnya kita diminta Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada-Nya. Dalam sebuah ayat Allah berfirman: (QS. 6 : 162)

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Karena sesungguhnya jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah baik yang ada di bumi maupun di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dengan mengikuti sunnatullah-Nya. Allah berfirman: (QS. 3 : 83) :

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”

Oleh karena itulah, sebagai seorang muslim, hendaknya kita menyerahkan diri kita kepada aturan Islam dan juga kepada kehendak Allah SWT. Karena insya Allah dengan demikian akan menjadikan hati kita tentram, damai dan tenang (baca; mutma’inah).

3. Berasal dari kata istaslama–mustaslimun : penyerahan total kepada Allah.



Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 37 : 26) “Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.”

Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Karena sebagai seorang muslim, kita benar-benar diminta untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apapun yang kita miliki, hanya kepada Allah SWT. Dimensi atau bentuk-bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah adalah seperti dalam setiap gerak gerik, pemikiran, tingkah laku, pekerjaan, kesenangan, kebahagiaan, kesusahan, kesedihan dan lain sebagainya hanya kepada Allah SWT. Termasuk juga berbagai sisi kehidupan yang bersinggungan dengan orang lain, seperti sisi politik, ekonomi, pendidikan, sosial, kebudayaan dan lain sebagainya, semuanya dilakukan hanya karena Allah dan menggunakan manhaj Allah.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 2 : 208)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

Masuk Islam secara keseluruhan berarti menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam melaksanakan segala yang diperintahkan dan dalam menjauhi segala yang dilarang-Nya.

4. Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci.



Mengenai makna ini, Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. 26 : 89):

“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

Dalam ayat lain Allah mengatakan (QS. 37: 84) “(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.”

Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Karena pada hakekatnya, ketika Allah SWT mensyariatkan berbagai ajaran Islam, adalah karena tujuan utamanya untuk mensucikan dan membersihkan jiwa manusia.

Allah berfirman: (QS. 5 : 6)

“Allah sesungguhnya tidak menghendaki dari (adanya syari’at Islam) itu hendak menyulitkan kamu, tetapi sesungguhnya Dia berkeinginan untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

5. Berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera.



Allah berfirman dalam Al-Qur’an: (QS. 19 : 47)

Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.”

Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan. Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan.

Adapun Pengertian Islam Menurut Istilah, (ditinjau dari sisi subyek manusia terhadap dinul Islam), Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’

Definisi di atas, memuat beberapa poin penting yang dilandasi dan didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Diantara poin-poinnya adalah:

Islam sebagai wahyu ilahi Mengenai hal ini, Allah berfirman QS. 53 : 3-4 : “Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW) Membenarkan hal ini, firman Allah SWT (QS. 3 : 84)

“Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”

Sebagai pedoman hidup Allah berfirman (QS. 45 : 20):
“Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”

Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW
Allah berfirman (QS. 5 : 49-50)

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”

6. Membimbing manusia ke jalan yang lurus.



Allah berfirman (QS. 6 : 153)

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”

Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah berfirman (QS. 16 : 97)

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan

Demikian adalah penjelasan singkat mengenai pengertian islam menurut bahasa dan istilah dalam al-quran. Semoag bermanfaat dan menambah pengetahuan kita, dan semoga kita selalu dalan lindungan Allah, Amin

Assalamu'allaikum.wr.wb