Daftar baca

Showing posts with label Al-Kisah. Show all posts
Showing posts with label Al-Kisah. Show all posts

Thursday, May 25

Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih ismail



Assalamu'alaikum sahabat seiman yang di berkahi Allah.

kisah NAbi Ibrahim menerima perintah dari allah untuk menyembelih nabi Ismail yang sangat melegenda dan itu awal mula di adakannya hari raya qurban yang hingga saat ini masih terus di lakukan oleh umat muslim

Kisahnya tersebut ada dalam Al-Quran Ash-Shaaffaat ayat 99-111 yang artinya:

"“Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”

Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim, namun sesuai dengan firman Allah yang bermaksud:" Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa Dia mengamanatkan risalahnya." Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, berazam {niat} tetap akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah yang telah diterimanya.Dan berangkatlah serta merta Nabi Ibrahim menuju ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan.

Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sgt taat kepada Allah dan bakti kepada orang tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang berkata kepada ayahnya:" Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu , agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya"

Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata:" Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah."

Saat penyembelihan yang mengerikan telah tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki Ismail, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah pedang tajam yang sudah tersedia dan sambil memegang parang di tangannya, kedua mata nabi Ibrahim yang tergenang air berpindah memandang dari wajah puteranya ke pedang yang mengilap di tangannya, seakan-akan pada masa itu hati beliau menjadi tempat pertarungan antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang rasul di satu pihak yang lain. Pada akhirnya dengan memejamkan matanya, pedang diletakkan pada leher Nabi Ismail dan penyembelihan di lakukan . Akan tetapi apa daya, parang yang sudah demikian tajamnya itu ternyata menjadi tumpul dileher Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan sebagaimana diharapkan.

Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah pergorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pergorbanan puteranya. untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam memperagakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan, sampai-sampai terjadi seketika merasa bahwa pedang itu tidak kuat memotong lehernya, berkatalah ia kepada ayahnya:" Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cobalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku."Akan tetapi parang itu tetap tidak berdaya mengeluarkan setitik darah pun dari daging Ismail walau ia telah ditelangkupkan dan dicoba memotong lehernya dari belakang.

saat mencobanya lagi, dengan penuh tidak tegaan nabi ibrahim kemudia menyembelih purtra satu-satunya itu, saat pedang itu sudah memotong leher nabi ismail. nabi ibrahim pun menangis dan saat membuka kedua matanya, dia sangat terkejut ternyata nabi ismail yang dia sembelih tadi telah di ganti dengan domba yang besar oleh allah SWT. sedangkan nabi ismail sudah berada di sisihnya melihat ayahnya yang terkejut.

itulah kisah singkat yang sangat melegenda yang hingga saat ini di peringati sebagai hari raya Qurban. sunguh luar biasa kesabaran nabi ibrahim dan nabi ismail ini ya sobat. semoga kita bisa mengambil manfaat dan hikmah dari kisah ini, Amin.

assalamu'alaikum.wr.wb

Friday, May 19

Kisah wahyu pertama Nabi Muhammad SAW



Assalamu'alaikum.wr.wb sahabat muslim yang di muliakan Allah.

Kejadian yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam menerima wahyu pertamanya sama sekali tidak pernah terpikir oleh Muhammad yang lahir pada tahun 570 di Mekah. Ayahnya yang meninggal 6 bulan sebelum Muhammad lahir menyebabkan Muhammad lahir sebagai seorang yatim dan akhirnya dikirim untuk tinggal bersama Halimah binti Abi Dhuayb dan suaminya hingga Muhammad menginjak umur 2 tahun.

Ketika berumur 6 tahun, Muhammad kehilangan ibunya, dan menjadi yatim piatu, dimana akhirnya Muhammad tinggal bersama pamannya yang berasal dari Bani Hashim, yaitu Abdul Muttalib. Dua tahun setelah tinggal bersama kakeknya, kakeknya pun meninggal dan membuat Muhammad dirawat oleh Abu Talib yang menjadi penerus Bani Hashim.

Ketika menginjak remaja, Muhammad sering menemani pamannya dalam perjalanan ke Syria demi melakukan perdagangan dan mendapatkan pengalaman dalam perdagangan komersil, satu-satunya gerbang karir yang terbuka untuk Muhammad sebagai yatim piatu. Sejarah menyebutkan bahwa ketika Muhammad berumur sekitar 9 hingga 12 tahun, beliau bertemu dengan seorang pendeta Kristen bernama Bahira yang telah meramalkan masa depan Muhammad sebagai nabi utusan dari Tuhan.

Sayangnya, tidak banyak yang diketahui tentang masa muda Muhammad selepas remaja. Yang pasti, pada masa tersebut Nabi Muhammad belumlah menerima wahyu pertamanya. Informasi yang terdapat tentang Muhammad selepas remaja juga sulit dipisahkan antara sejarah dan legenda. Yang diketahui pasti adalah akhirnya ia menjadi saudagar dan terlibat dalam perdagangan antara samudra India dan Laut Tengah.

Karena karakternya yang jujur, Muhammad kemudian menerima julukan al-Amin yang diartikan sebagai “dapat dipercaya”. Julukan lain yang diterima Muhammad pada masa mudanya adalah al-Sadiq, berarti “yang benar” dan selalu dicari sebagai pihak penengah yang tak pernah berpihak.

Reputasi yang bergulir di sekitar Muhammad pada masa itu menarik seorang janda berumur 40 tahun bernama Khadijah yang kemudian melamar Muhammad. Lamaran itu diterima dan pernikahan mereka merupakan sebuah pernikahan yang bahagia.

Beberapa tahun berlalu, dan menurut sebuah narasi yang di dapatkan dari seorang sejarawan bernama Ibnu Ishaq, Muhammad terlibat dalam sebuah cerita yang terkenal, tentang penempatan sebuah batu hitam di salah satu bagian dinding Ka’bah pada tahun 605. Batu hitam yang merupakan benda suci ini telah dilepas untuk memfasilitasi renovasi Ka’bah.

Pemimpin Mekah pada masa itu tidak bisa memutuskan klan mana yang boleh mendapatkan kehormatan meletakkan batu hitam tadi kembali ketempatnya, dimana mereka akhirnya menyetujui usulan untuk bertanya pada siapapun yang pertama melewati gerbang ka’bah dan orang itu adalah Muhammad yang berumur 35 tahun, 5 tahun sebelum penobatannya sebagai Rasul.

Muhammad kemudian meminta selembar kain, meletakkan batu hitam di pusatnya, dan meminta para pemimpin klan untuk bersama-sama memegang tepian kain tadi dan membawanya hingga tempat yang tepat agar Muhammad bisa meletakkan batu tersebut. Hal ini menyebabkan seluruh ketua klan merasa mendapatkan kehormatan yang sama.

Begitu bijaksana dan sangat menjunjunjung tinggi rasa persaudaraan Nabi kita ini, yang selalu di rindukan oleh umatnya

Awal Sejarah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama baru dimulai ketika Muhammad mulai memasuki usia 40 tahun dimana ia akan menghabiskan banyak waktunya sendirian untuk berdoa dan berspekulasi tentang aspek penciptaan. Ia mulai prihatin terhadap kesenjangan sosial, ketidak adilan, diskriminasi, perang antar suku, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Degenarasi moral orang-orang yang ada di sekitarnya dan petualangannya untuk mencari agama yang sesungguhnya menjadi motor penggerak untuk Muhammad mulai mengasingkan diri ke Gua Hira, tiga mil jauhnya dari Mekah untuk berkontemplasi dan berefleksi diri.

Pada masa kontemplasi ini lah dipercaya malaikat Jibril muncul di hadapan Muhammad pada sekitar tahun 610 dan berkata “اقر”(bacalah), namun ternyata Muhammad berkata bahwa Ia tidak tahu caranya membaca. Karena itulah Jibril memeluknya erat sebanyak dua kali dan setelahnya, menyuruh Muhammad membaca ayat yang kemudian menjadi wahyu pertama Muhammad.

Sebuah potongan dari surah Al-Alaq ayat 1-5 yang memiliki arti seperti berikut ini:

“Bacalah! Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Membuat manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan tuhanmu ialah yang paling mulia. Mengajarkan dengan qalam. Hal-hal yang tidak diketahui manusia.”

Bingung akan pengalaman yang baru saja ia alami, Muhammad pulang ke rumah dimana ia kemudian ditenangkan oleh Khadijah istrinya yang kemudian membawanya pada sepupunya Waraqah ibnu Naufal.

Waraqah tidak asing dengan skriptur Kristen dan Yahudi, dimana kemudian Waraqah bertestifikasi tentang kenabian Muhammad. Waraqah kemudian menyatakan bahwa yang dilihat oleh Muhammad adalah Namus yang dikirim oleh Allah pada Musa. Waraqah juga meramalkan bahwa Muhammad akan diusir dari tempat ia tinggal sekarang, dan bersumpah jika ia memiliki umur panjang, ia akan menyokong Muhammad sekuat tenaga.

Setelah turunnya wahyu pertama ini, Muhammad terus menerus menerima Wahyu yang akhirnya dikumpulkan menjadi Al-Qur’an yang kita ketahui sekarang.

Subbhanallah itulah kisah pertama Nabi kita menerima wahyu pertamanya di gua hirah, semoga kita selalu mendapatkan syafaatnya, amin.

Assalamu'alaikum.wr.wb

Sejarah dan Biografi sunan Kalijaga



Assalamu'alaikum.wr.wb sobat muslim yang di berkahi Allah

siapa yang tidak kenal dengan salah satu wali dari pulau jawa ini, nama nya yang melegenda dan tentunya banyak ajaran-ajaran islam yang sangat bermanfaat bagi setiap muslim.

Sunan Kalijaga adalah seorang tokoh Wali Songo yang sangat lekat dengan Muslim di Pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makamnya berada di Kadilangu, Demak.

Kelahiran

Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilwatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali.

Riwayat

Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.

Silsilah

Mengenai asal usul beliau, ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa beliau juga masih keturunan Arab. Tapi, banyak pula yang menyatakan ia orang Jawa asli. Van Den Berg menyatakan bahwa Sunan Kalijaga adalah keturunan Arab yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Sementara itu menurut Babad Tuban menyatakan bahwa Aria Teja alias 'Abdul Rahman berhasil mengislamkan Adipati Tuban, Aria Dikara, dan mengawini putrinya. Dari perkawinan ini ia memiliki putra bernama Aria Wilatikta. Menurut catatan Tome Pires, penguasa Tuban pada tahun 1500 M adalah cucu dari peguasa Islam pertama di Tuban.

Sunan Kalijaga atau Raden Mas Said adalah putra Aria Wilatikta. Sejarawan lain seperti De Graaf membenarkan bahwa Aria Teja I ('Abdul Rahman) memiliki silsilah dengan Ibnu Abbas, paman Muhammad. Sunan Kalijaga mempunyai tiga anak salah satunya adalah Umar Said atau Sunan Muria.

Pernikahan

Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 putra: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah.

Berda'wah

Menurut cerita,Sebelum menjadi Walisongo,Raden Said menjadi seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan Hasil Bumi.Dan hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang-orang yang miskin.

Suatu hari,Saat Raden Said ke hutan,ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat.Orang itu adalah Sunan Bonang.Karena tongkat itu dilihat seperti tongkat emas,ia merampas tongkat itu.Katanya,hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin.Tetapi,Sang Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu.Ia menasihati Raden Said bahwa Allah tidak akan menerima amal yang buruk.Lalu,Sunan Bonang menunjukan pohon aren emas dan mengatakan bila Raden Said ingin mendapatkan harta tanpa berusaha,maka ambillah buah aren emas yang ditunjukkan oleh Sunan Bonang.Karena itu,Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang.

Raden Said lalu menyusul Sunan Bonang ke Sungai.Raden Said berkata bahwa ingin menjadi muridnya.Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke tep sungai.Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang.Raden Said lalu melaksanakan perintah tersebut.

Karena itu,ia menjadi tertidur dalam waktu lama.Karena lamanya ia tertidur,tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya.Tiga tahun kemudian,Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said.Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke sungai,maka Raden Said diganti namanya menjadi Kalijaga.Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang.Kalijaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung "sufistik berbasis salaf" -bukan sufi panteistik (pemujaan semata) Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.

Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.

Tidak mengherankan, ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul. Dialah menggagas baju takwa, perayaan sekatenan, garebeg maulud, serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu ("Petruk Jadi Raja").

Lanskap pusat kota berupa kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini pula dikonsep oleh Sunan Kalijaga. Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga; di antaranya adalah adipati Pandanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang.

Wafat

Ketika wafat, beliau dimakamkan di Desa Kadilangu, dekat kota Demak (Bintara). Makam ini hingga sekarang masih ramai diziarahi orang.

demikian adalah sejrah dan biografi sunan kalijaga yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber. semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua, Amin.

Assalamu'alaikum.wr.wb

Tuesday, May 16

Kisah Juaraij dan Bayi yang dapat berbicara di pangkuan ibunya



Assalamu'alaikum.wr.wb sahabat seiman yang di rahmati Allah.

kisah juraij yang di kisahkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod.Abu Hurairah berkata, Rosulullah shalallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan Juraij"

lalu ada yabg bertanya"Wahai Rosulullah siapakah Juraij?"Beliau bersabda."Juraib adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah ibadatnya(yang terletak di dataran tinggi/gunung)"

. Terdapat seorang penggembala sapi yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatanya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum).

Suatu ketika datanglah ibu juraij dan memanggil ketia ia sedang sholat,"wahai juraij." Juraij lalu bertanya dalam hatinya,"Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan sholatku?". Rupanya ia mengutamakan sholatnya. Ibunya memangggi untuk kedua kalinya, juraij bertanya lagi tetapi ia masih meneruskan sholatnya. Sampai ibunya memanggil untuk yang ketiga kalinya tetapi juraij masih tetap meneruskan sholatnya.

ketika sudah tak menjawab panggilan, Ibunya berkata,"semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai juraij sampai wajahmu di pertontonkan di depan para pelacur". Lalu ibu nya pun pergi meninggalkanya.

Wanita yang menemui penggembala tadi di bawa menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut,"Hasil dari(hubungan dengan)siapa anak ini?" wanita itu menjawab,"Dari Juraij". Lalu raja bertanya lagi,"Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?", "Benar" Jawab wanita itu.

. Kemudia raja berkata,"Hancurkan Rumah peribadatanya dan bawa dia kemari". Orang-orang llu menghancurkan rumah peribadatanya dengan kapak, dan mengikat kedua tanganya di leher dengan tali lalu membawanya menghadap raja.

Di tengan perjalanan juraij di lewatkan di hadapan para pelacur, ketika melihatnya juraij tersenyum. Raja lalu bertanya kepadanya,"Siapa ini menurutmu?",juraij menjawab,"siapa yang kau maksud?", Raja berkata,"Dia(wanita tadi) berkata bawha anaknya adalah hasil hubungan denganmu", Juraij bertanya kepada wanita itu,"apakah engkau telah berkata begitu?", "Benar" jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya,"Dimana bayi iti", orang-orang lalu menjawab, "Di pangkuan ibunya", Juraij lalu menemuinya dan bertanya,"siapa ayahmu", bayi itu menjawab, "Ayahku si penggembala sapi".

Kontan sang raja berkata,"Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?", Juraij menjawab,"Tidak perlu". "Ataukah dari perak?", lanjut sang raja. "Jangan". Jawab juraij."Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?", sang raja bertanya. Juraij menjawab, "Bangunlah seperti semual". Lalu raja bertanya,"Mengaoa engkau tersenyum?". Juraij menjawab,"saya tertawa karena suatu perkara yang telah aki ketahui, yaiutu terkabuknya doa ibuku terhadao diriku".kemudia juraij memberitahukan itu kepada mereka

Subhanallah kisah Juraij ini, Betapa keramatnya Doa seorang ibu kepada anaknya, semoga dari kisah di atas kita bisa mengambil hikmah yang terkandung dalam kisah tersebut, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.

Assalamu'alaikum.wr.wb